Semangkok Yamie di Ujung Gunung

Semangkok Yamie di Ujung Gunung

Indonesia Jernih
no comments. 48

Hari itu aku dan Fadli, sahabatku, berencana untuk berkunjung ke Kaliurang. Kami pun sudah merencanakan kunjungan ini sudah dari beberapa hari yang lalu. Kami datang ke Kaliurang karena kami sedang ingin berada dekat dengan suasana gunung yang sejuk dan hijau. Maklum, beberapa hari ini kami terlalu disibukkan dengan tugas-tugas kuliah yang tak ada hentinya menyerang aku dan Fadli.

Setelah agak siang aku dan Fadli segera beranjak dari rumah kontrakan kami, menggapai motor dan segera memacu motor kami ke arah Kaliurang. Kami memilih siang karena saat itu sedang hujan di pagi hari dan kami menunggu hujan berhenti karena tak ada satu pun dari kami yang memiliki jas hujan. Jadi, keberangkatan kami kali ini juga keberangkatan yang agak sedikit nekat.

Dalam perjalanan kami, aku dan Fadli rupanya lupa kalau kita berdua ternyata belum sarapan dan guyuran hujan pagi tadi membuat perut kami sayup-sayup mengeluarkan suara kemrucuk. Lha ternyata kami belum makan.

“Kita mampir mana dulu kek di atas sana” kata Fadli.

“Mampir neng ndi? Emang ada tempat makan enak di atas?” kataku.

“Ya pasti ada lah harusnya, eh, tapi kayaknya ada deh, yuk jalan dlu aja” ucap Fadli sambil menggeber motornya.

Aku masih bertanya-tanya kemana Fadli akan membawaku. Tanpa berselang lama, Fadli memberhentikan motornya di sebuah bangunan yang berwarna merah dan ada sebuah patung Panda. Aku mengenal warung itu.

“Lho? Disini ada Yamie panda?”

“Lha ya ada, ini pas banget makan ini pas abis ujan ini”

Tanpa terlalu lama kita berdua segera masuk ke dalam. Di dalam, kami berdua di sambut oleh beberap orang dengan ramah dan kami langsung memesan beberapa menu. Fadli yang kesetanan memilih untuk memesan menu-menu yang jumbo. Aku agak nggak heran dengan dia sebenarnya. Karena kalau memang dingin begini dia pasti akan sangat lapar.

Sambil menunggu pesanan kami datang, aku berjalan-jalan sebentar untuk melihat interior restoran ini. Memang sangat terasa suasana Tiongkok yang kental di setiap aspek interiornya. Mulai dari pemilihan warnanya, bentuk-bentuknya, dan juga interior yang dimiliki Yamie Panda di Jakal ini terkesan fun dan welcome banget.

Ada beberapa sarang burung yang disusun menjadi lampion menambah kesan unik pada tiap sudut interiornya. Setelah hampir 15 menit kami menunggu, pesanan pun datang. Aku kembali dikejutkan dengan porsi yang dipilih oleh Fadli. Porsi itu rasa-rasanya pas untuk dimakan 3 orang sekaligus. Tapi Fadli akan mengembatnya sendiri. Memang temanku yang satu itu luar biasa kalau soal makan. Mungkin kalau dia bikin vlog Mukbang, akan rame yang nonton.

Well, makanan yang aku pesan itu juga memberikan kejutan sendiri bagi lidahku. Yups! Yamie yang ada di Yamie Panda ini memang terkenal enak, tapi aku nggak tau kalau ternyata dimakan di suhu udara yang dingin seperti jalan Kaliurang ini akan membuat Yamie terasa semakin sedap. Dan itu terjadi padaku saat ini. Mungkin kalau ada yang mau buka Yamie Panda di puncak Merapi, mungkin kelezatannya tidak akan ada yang bisa menandingi.

Yamienya yang kenyal, bumbunya yang pas dan berasa banget, sayurnya yang segar, dan kuahnya yang penuh rempah-rempah dan juga segar merupakan kombinasi yang sangat lezat. Tak heran kalau orang-orang banyak yang mengidolakan panganan yang satu ini. Karena soal kelezatannya, tak ada duanya.

Setelah makan Yamie Panda, kami berdua pun melanjutkan liburan kami dan ya, liburan kami menjadi lebih menyenangkan karena ada sedikit bumbu lezat dari Yamie Panda.

No Comments

Leave a Reply