Mini Rafting di Kemuning

Mini Rafting di Kemuning

Didit027
no comments. 536

Orang Solo dan sekitarnya pasti sudah tidak asing dengan perkebunan teh Kemuning yang terletak di kabupaten Karanganyar ini. Lokasi wisata yang murah meriah ini cukup populer di kalangan anak muda, terutama anak baru gede atau kuliahan (saya masih termasuk,ehm..) Bagaimana tidak murah nan meriah, untuk berkunjung ke lokasi wisata tersebut tidak dipungut biaya, dengan modal transport saja sudah cukup, kita bisa melihat pemandangan bak permadani hijau raksasa terbentang di hadapan kita, aroma daun teh serta kesejukan udaranya yang membuat ingin berkunjung berkali-kali (murah, ya kan?). Lokasi wisata ini juga sering dikunjungi pasangan yang sedak dimabuk judi eh dimabuk cinta. Hawa dingin serta pemandangan yang indah menjadi faktor yang menarik banyak minat pasangan tersebut. Yang jomblo gak usah minder. Kalian bisa duduk-duduk sambil ngobrol sama penjual kopi atau penthol dengan harga 5ribuan saja (meriah, ya kan?)

Dibalik kesejukan dan keromantisan kebun teh Kemuning, ternyata ada atraksi wisata yang sedang “menggeliat” dan belum banyak diketahui banyak orang. Yaak!! Sesuai dengan judul artikel saya, atraksi wisata tersebut adalah mini rafting. Kenapa mini ? karena tempat rafting tersebut berupa kali atau sungai kecil (hanya selebar selokan). Meskipun hanya selebar selokan tapi jangan salah, beuh.. ketika saya mencobanya sempat memicu adrenalin saya. Dan ketika mendengar kata selokan, jangan bayangkan kalau selokan yang banyak kotoran menjijikan ataupun sejenisnya, hehe.. Selokan yang saya maksud disini airnya jernih dan dingin karena airnya berasal dari mata air pegunungan Lawu. Kalaupun ada kotoranya pun hanya kotoran dedaunan yang gugur dari tumbuhan sekitar. Pokoknya masih bersih alami walaupun terletak di tengah pemukiman penduduk. Saya tidak tahu kalau sudah dikondisikan seperti itu karena akan dijadikan obyek wisata atau memang bersih dari dulunya, yang jelas selokan tersebut cukup asyik dan recommended untuk dicoba. Jumlah atraksi wisata raftingnya pun tidak hanya satu melainkan ada beberapa tempat yang lokasinya tidak begitu jauh satu sama lain.

Disini saya akan mengulas salah satu lokasi rafting yang telah saya kunjungi. Wisata adrenalin ini berlokasi di sungai Pucung lebih tepatnya berada di kawasan rumah makan Kemuning. Jadi kalau kalian lihat papan reklame rumah makan Kemuning, masuk dan jalan lurus  saja, nanti kalian akan sampai setelah menempuh jarak kira-kira 200 meter. Waktu itu saya bersama beberapa teman ingin mencoba sensasi adrenalin yang ditawarkan. Secara tidak sengaja, kami tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 karena sebelumnya kendaraan salah satu teman saya ada yang bermasalah. FYI: Atraksi wisata tersebut tutup jam 17.00. Tetapi karena kami sudah reserve via whatsapp, kedatangan kami ditunggu oleh petugasnya. Mungkin petugasnya juga merasa iba kepada kami semua karena sempat kebingungan mencari lokasinya. Setelah kami memakai perlengkapan seperti helm dan jaket pelampung (tenang aja, gak bakal tenggelam kok,hihi.. )

Suasana cukup gelap ketika kami bersiap untuk rafting, rasa petualanganpun semakin sempurna. Keadaan sebelah kanan dan kiri adalah semen / cor pembatas kali membuat kami extra hati-hati supaya tidak menggores kulit mulus kami, sesekali kami menabrak pepohonan yang menggantung ditengah kali. Yang paling seru adalah ketika kami melewati terowongan yang atasnya adalah jalan kampung. Momen tersebut langsung mengingatkan akan masa kecilku yang suka main di got, haha.. Durasi rafting sekitar 20 menit dengan beberapa jeram yang lumayan seru. Selama perjalanan raftingpun kami diawasi oleh beberapa penjaga rafting. Mereka berlari-lari kecil di pinggir kali mengikuti aliran. Mungkin takut kami kebablasan sampai Bengawan Solo. Rasa puas dan gelak tawa dari kami menjadi pamungkas. Beberapa diantara kami ada yang tergores tanganya sewaktu masuk terowongan.

Mungkin cuma kami yang rafting dalam gelap, haha..

Perjalanan pulang menuju Solo, kami mampir untuk makan malam di hick gaul pak Mul. Warung makan yang berkonsep wedangan ini cukup ramai di jam-jam makan malam. Jika kalian melintasi jalan Lawu dan menemukan banyak mobil terparkir di sisi kanan maupun kiri jalan, mungkin kalian sedang di area hick gaul pak Mul, hehe.. Lokasinya di jalan Lawu Karanganyar. Kalau dari arah kami (Kemuning), letaknya sebelah kanan jalan sebelum perlimaan lampu merah Bejen. Kualitas makanan cukup enak, variatif, bumbunya terasa dan pelayanan cekatan. Mungkin hal-hal tersebut yang membuat hick gaul pak Mul tetap dibanjiri pengunjungnya sampai saat ini.

Kemuning menyimpan potensi wisata bernuansa kesejukan dan keromantisan alam yang sudah terkenal sejak dulu. Obyek wisata yang terletak di sebelah barat lereng gunung Lawu tak pernah absen dari kunjungan pemuda-pemudi yang ingin berburu nuansa romantis. Belakangan ini, terdapat atraksi wisata baru, rafting. Geliat atraksi wisata rafting di daerah tersebut dengan memanfaatkan kali (sungai kecil) yang berada di beberapa desa. Meskipun kecil, tapi saya jamin cukup seru. Sungguh kreatif memang. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kebersihan dan kemananan demi menciptakan kenangan indah bagi pengunjungnya.

Beberapa foto yang bisa saya share

Ini pemandangan sekitar jam 17.30. Sudah sepi.

Ini spot dimana saya berdiri di atas jembatan yang bawahnya digunakan sebagai jalur rafting.

Kemuning

Ini penampakan hick gaul pak Mul. Maap, fotonya blur karena memang sedang terburu-buru, hehe..

No Comments

Leave a Reply