Timlo Solo yang Mengalihkan Perhatian

Timlo Solo yang Mengalihkan Perhatian

Rizky
no comments. 791

Sinar mentari telah menyapa membawa sebuah harapan baru yang terbawa bersama sebuah doa yang telah terpanjatkan. Untuk kesekian kalinya, aku menginjakkan kaki di kota Solo. Kota yang telah membesarkanku, kota yang selalu membuatku merasa rindu akan cita rasa kulinernya yang tidak ada duanya yakni Timlo Solo.

Cukup lama menanti jemputan Kakak yang janji akan datang sebelum kereta apiku datang. Hampir satu jam sudah aku menunggu, terik panas matahari seakan tertawa karena aku mulai merasakan gerah dan panas yang tidak tertahankan, banyak orang yang menawariku untuk menggunakan jasa mereka, mengantarku sampai ke tempat tujuan. Aku yang malu karena sering menolak akhirnya, pergi dari tempat itu untuk menikmati salah satu kuliner yang sudah melegenda sejak zaman dahulu. Salah satu makanan yang wajib bila berkunjung ke kota ini yaitu Timlo Solo.

IMG_0108

Sebelum aku tiba di tempat yang sudah ada sejak tahun 1952 ini, aku mencoba menghubungi Kakak beberapa kali. Tetap saja tidak diangkat, semua pesanku melalui media sosial pun juga tidak dibalasnya. Ada rasa kesal yang datang. Namun, rasa kesal itu sedikit tersamarkan oleh Timlo Solo yang sebentar lagi akan tersaji.

Baca Berita Lainnya:  Cemilan Pembuat Baper, Teringat Jogja Kembali

Dari depan, warung makan yang tidak jauh dari Pasar Gede ini tampak sepi dan terlihat kumuh. Tetapi, begitu masuk kedalam sudah banyak orang yang mengantri untuk bisa menikmati hidangan yang menyegarkan ini.

Setelah menunggu beberapa saat, hidangan yang sudah terkenal sejak tahun 1960-an ini sudah tersaji didepanku. Dengan segelas es teh manis yang menyegarkan membuat hari ini terasa begitu lengkap.

Aku mencoba mencicip kuahnya. Karena pada dasarnya Timlo adalah sejenis sop. Cita rasa yang gurih menyeruak dan pecah di dalam mulut, menghadirkan angan-angan yang laur biasa. Betapa nikmatnya hidangan yang satu ini membuatku terbang melayang. Cita rasa gurih yang selalu terkenal dan menghinggap di hampir berbagai hidangan di kota Solo.

Baca Berita Lainnya:  Deretan Lampion Pasar Gede

Cek Kabar: Karstubing Sedayu: The River Of Adventure

Timlo ini berisi irisan ati ampela, iriisan dadar gulumg, irisan sosis solo, mihun, telur pindang, suwiran ayam goreng. Kuahnya yang bening, encer, dan begitu segar. Biasanya, nasi dihidangkan secara terpisah.

Timlo ini yang membuatku lupa dan seakan terbius oleh rasanya, sehingga aku tidak mendengar bila beberapa menit yang lalu kakak menelponku. Sudah hampir 15 kali dia menelponku, mengirim ku pesan di semua media sosialku. Aku sedikit tidak mempedulikannya, aku masih menyantap Timlo ini dengan hati-hati, seakan tak ingin terburu-buru untuk menghabiskannya.

IMG_0121

Timlo ini cukup unik dan khas. Karena, komposisinya yang sedikit berbeda dengan sop atau soto pada umumnya. Biasanya menu yang berkuah akan menggunakan sayuran walau, hanya sdikit saja. Namun, tidak bagi timlo solo yang murni tanpa sayuran sedikit pun. Sosis Solo, salah satu isi dari Timlo solo yang juga tidak di dapat didalam soto atau sop yang lain walaupun, sebenarnya Sosis solo bisa dimasukkan sebagai sebuah kreasi. Kemudian, telur yang digunakan juga berbeda, jika di soto atau sop menggunakan telur rebus biasa, bila di Timlo solo menggunakan telur kecap yang manis berwarna coklat kehitam-hitaman.

Baca Berita Lainnya:  Mbah Pujo dan Gudeg Lezatnya

“Kamu dimana?” Tanya Kakak yang tanpa sengaja aku menjawab panggilannya.

“Baru makan, habis ditunggu lama,” jawabku yang sedikit kesal.

Kakak berceloteh panjang lebar, dia memang selalu begitu tidak mau kalah dalam hal apa pun dan juga tidak mau disalahkan. Seketika moodku menurun, hingga tanpa sengaja aku pun menjatuhkan gelas hingga pecah berkepig-keping. Semua mata memandangku serempak. Bahkan, pengamen yang menyanyikan lagu, berhenti sejenak dan melihatku yang malu, bercampur kesal.

Aku pun segera kembali ke stasiun. Ada rasa yang tertinggal, yang mempengaruhi mood yang sekarang kembali. Rasa nikmat dari hidangan Timlo solo dan nuansa klasik yang dihadirkan oleh pengamen dengan lagu-lagu masa lalu yang merdu

 

No Comments

Leave a Reply