Sunset Pantai Glagah yang Tak Pernah Lupa

Sunset Pantai Glagah yang Tak Pernah Lupa

Rizky
no comments. 38

Ada salah satu pesona sunset yang begitu menakjubkan di wilayah Kulon progo, Yogyakarta. Menurutku, Sunset yang sempurna untuk menutup hari dengan sebuah keindahan surya yang terbenam. Romantis, menakjubkan dan tidak ada kata lain lagi yang bisa diungkapkan. Jauh memang dari pusat kota Yogyakarta, tetapi semua itu akan terbayar dengan lunas.

Banyak orang yang datang berkunjung ke tempat ini. Banyak pula para penjaja makanan kecil seperti cilok yang berjualan di sekitar pantai Glagah. Pedagang itu seakan tidak mau melewatkan pesona alam yang tidak akan pernah bisa tergantikan indahnya. Sunset di pantai memang merupakan sunset terbaik yang pernah Tuhan ciptakan untuk manusia.

Pantai Glagah

Pnatia Glagah

Di pinggiran pantai terdapat sebuah puing-puing yang katanya akan digunakan untuk sebuah Dermaga. Tetapi, entah mengapa Dermaga tersebut tidak jadi dibuat dan puing-puing tersebut dibiarkan berjajar di pinggir pantai dan menjadikan pemandangan elok yang menjadi bagian tak terlupakan bila berkunjung di pantai ini.

Aku dan Nanang memesan minuman dan cilok untuk sekedar duduk dipinggir pantai dan melihat sinar senja yang telah menguning. Sementara, teman kami yang lain sibuk dengan pasangan mereka mengabdikan momen sunset yang akan selalu mereka kenang hingga saat nanti.

“kalian hanya mau jadi penonton sajakah?”kata Risma yang datang mengahmpiri kami.

“Mungkin,” jawabku.

“Ayolah, tidak membawa pasangan bukan berarti kalian tidak bisa menikmati momen ini kan?”

Pasir di pantai Glagah memang hitam, namun suasana yang disajikan tidak sehitam itu. Deburan ombak yang menerjang ujung jembatan menyajikan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang memang layak untuk diabadikan.

Pantai ini memang jauh berbeda dengan pantai yang ada di Gunung Kidul. Tidak ada karang-karang indah di bawah laut. Ataupun bukit karang yang menjulang tinggi. Yang ada hanya senja kuning yang akan segera tenggelam dalam hitungan detik.

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi pantai ini adalah sore hari. Saat langit memiliki warna jingga yang mempesona mata. Seakan enggan berkedip, enggan melewatkan sedetik pun keindahan yang tercipta di langit kulon progo.

Pesona mayahari terbenam pantai glagah

Pesona matahari terbenam pantai glagah

Setelah selesei menikmati semuanya kami pun bergegas untuk pulang. Dan disinilah sebuah masalah terjadi. Kami lupa membayar apa yang kami makan dan minum. Seorang pedagang datang berteriak dan menuduh kami sebagai seorang pencuri. Banyak orang yang menghalangi jalan kami.

Cek Kabar: Rawa Pening: The Hill of Love

Kami pun mulai panik dan tidak tahu apa yang sedang terjadi dihadapan kami. Semua orang dengan raut muka yang gelap seakan siap untuk menerjang kami. Pedagang yang berteriak maling pun datang dengan raut muka yang tak juah berbeda pula.

“Kalian mau mencuri?” kata seorang pedagang

“Tidak, kami tidak mencuri apa pun,” jawab ku yang sedikit tenang menghadapai keadaan yang terjepit seperti ini.

“Mana ada pencuri yang mau ngaku?”

Semua orang sudah bersiap mengarak kami dan mungkin memukuli kami. Sisi gelap mereka pun sangat terasa di sini. Suasana yang berubah 180 derajat sebelum kami beranjak untuk pergi dari tempat ini.

“Tunggu! Jika memang kami pencuri, sebutkan apa yang kami curi!”

“Kau tadi makan cilok dan minuman kan?”

“Ya,”

“Kau belum bayar dank au lari begitu saja, apa namanya kalau bukan pencuri,”

“Maaf, kami benar-benar lupa,”

“Ah, alasan saja kau ini,”

“Kami akan bayar,”

Kami pun membayar 2x lipat dari harga yang harus kami bayar. Maklum saja, kami adalah seorang pendatang yang ingin selamat keluar dari sini. Setelah, pedagang tersebut menerima uangnya, kami pun dilepaskan dna para warga berkemas karena hari mulai malam. Pengalaman ini pun tidak akan terlupa hingga nanti.

 

No Comments

Leave a Reply