Seblak, Makanan Khas Khusus Pecinta Pedas

Seblak, Makanan Khas Khusus Pecinta Pedas

Rizky
no comments. 158

Akhir-akhir ini salah satu makanan khas Bandung yang bernama Seblak mulai menjadi primadona. Bahkan, para pedagangnya sudah menjamur di berbagai macam tempat, berbagai macam momen, dan berbagai macam bentuk warung. Banyak orang yang menilai makanan ini sangat lezat. Aku sendiri ingin mencobanya, hanya saja ada keraguan di dalam diri yang membuatku enggan untuk membeli.

“Makan seblak yuk!” Ajak Risa yang sedang beristirahat setelah berlari dua putaran.

“Kelihatannya enak tuh,” kata Dion yang angan-angannya sudah sampai di sana terlebih dahulu.

“Bukannya kamu nggak suka pedas ya?” tanyaku kepada Dion.

“Suka, siapa bilang nggak suka?” Jawab Dion.

Seblak memiliki tekstur yang kenyal, cita rasa pedas yang menjadi kesukaan seluruh masyarakat Indonesia membuat makanan ini begitu laris. Bahan dasar dari makanan ini adalah kerupuk udang yang disiram dengan air panas dan diberi bumbu bawang merah, bawang putih, cabe rawit, kunyit, dan garam. Variannya pun berbeda-beda yang membuat cita rasa makanan ini pun juga sedikit berbeda.

Aku masih enggan membelinya, makanan yang kurang begitu familiar ini membuatku masih ragu untuk mencobanya. Sementara itu, Risa sudah sangat lahap dengan keringat yang mulai bercucuran seperti lari mengelilingi lapangan 10x. Kepulan asap juga sudah mulai terlihat keluar dari atas ubun-ubun kepalanya. Seperti lokomotif kereta yang sedang berjalan.

Sumber dari youtube.com

Sumber dari youtube.com

“Yakin, kamu mau makan?” tanyaku kepada Dion yang sedang berfikir dua kali.

“Yakin!” Jawabnya yang bersemangat, kemudian memesan satu piring seblak.

“Bukannya perutmu sangat sensitif ya Soal pedas?”

“Santai, sudah aman kok,” jawab Dion.

Setelah berfikir panjang, aku pun ikut memesan satu porsi seblak. Cita rasa pedas memang yang paling aku gemari. Tidak mungkin, aku akan melewatkan makanan pedas hanya karena makanan ini kurang begitu popular menurutku. Maklum saja, aku hanya suka makan mie di warung-warung mie, dan tidak peduli dengan makanan baru seperti ini.

Cek Kabar: Goa Gong, The Most Tremendous Cave In Southeast Asia

Banyak sumber yang mengatakan jika Seblak berasal dari Sumpiuh, Jawa Tengah. Makanan rakyat kecil warga Sumpiuh sangat mirip dengan Seblak, yaitu kerupuk godog yang sudah populer sejak tahun 1940. Di Cianjur, makanan ini sudah ada sejak dari jaman sebelum kemerdekaan sebagai makanan alternatif kaum masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Dion pun begitu lahap menyantap Seblaknya. Tetapi, baru tiga suapan penyakitnya kambuh. Dion memang tidak bisa makan pedas. Perutnya mulai bermasalah, dia sekarang seperti cacing kepanasan yang mencoba menahan rasa sakit diperutnya, dan rasa malu karena kesombongannya.

“Kenapa?” tanya Risa.

Sumber : junitapristi.blogspot.com

Sumber : junitapristi.blogspot.com

Dion pun terdiam dan akhirnya menyerah, dia  pun mencari toilet dengan berlari sekencang-kencangnya mengalahkan pelari tercepat di dunia. Sayangnya, kamar mandi di sekitar sini terbatas. Dion kembali harus berlari sambil menahan rasa mules di perutnya.

Dia mencoba menggedor-gedor orang yang berada di dalam toilet dan memaksanya untuk keluar. Hingga Dion pun harus terlibat dalam sebuah adu mulut yang panjang dengan pengunjung lain. Akhirnya, pertahanannya jebol dan harus keluar di celana. Dion pun mundur teratur dan menghampiri kami dengan muka manjanya yang menyebalkan.

Bau menyengat pun mulai tercium, banyak orang yang melihat kami dengan menutup hidungnya. Akhirnya, kami pun meninggalkan makanan kami dan membawa Dion pulang ke rumahnya. Risa yang sudah mempunyai firasat itu sejak tadi hanya diam seribu bahasa. Sementara, Dion terus meminta maaf karena ulahnya itu.

Seblak sendiri sebenarnya adalah bumbu yang terbuat dari kencur. Sementara, kerupuk yang selama ini orang tahu adalah toping dari makanan ini. Rasanya yang khas dan menggoda membuatku ingin menikmatinya lagi dan mungkin lagi.

No Comments

Leave a Reply