Mewarisi Bengkel Andong Sang Bapak, Widi Dulunya Tak Ingin Mbengkel Andong

Mewarisi Bengkel Andong Sang Bapak, Widi Dulunya Tak Ingin Mbengkel Andong

Indonesia Jernih
no comments. 337

Pagi itu setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, akhirnya saya sampai di sebuah tempat yang berada cukup jauh dari kota Jogja. Tempat tersebut adalah sebuah bengkel Andong miliki bapak Widi Rahmanto.

            Ketika pertama kali memarkirkan motor, agak sedikit kesulitan untuk mengenal tempat itu sebagai bengkel Andong. Pasalnya, di depan rumah justru terparkir beberapa mobil, sampai akhirnya saya melihat beberapa andong yang sedang diperbaiki dibalik sebuah pohon mangga kecil.

photo_2018-03-06_06-19-13

            Nampak beberapa orang sedang sibuk memperbaiki Andong 2 andong berukuran kecil. Lalu seorang lelaki yang wajahnya tak asing bagi saya karena sebelum berangkat ke tempat itu saya sempat “searching” tentang sang pemilik yaitu bapak Widi Rahmanto. Lelaki berusia 35 tahun yang menjadi pemilik dari bengkel Andong tersebut kemudian mendekati saya dan menanyakan dari mana dan sedang ada perlu apa. Waktu itu beliau nampak sedang sibuk. Saya pun berjabat tangan dengannya, memperkenalkan diri, dan meminta waktunya sebentar untuk wawancara.

Baca Berita Lainnya:  Kiskendo dan Mitos Di Sekitarnya

photo_2018-03-06_06-19-25

            Seperti kebanyakan jurnalis, hal pertama yang saya ingin ketahui adalah kisah perjalanan hingga akhirnya Pak Widi memutuskan untuk menggeluti bidang perbaikan Andong. Dengan ramah beliau menjawab bahwa sebenarnya ia sama sekali tak ingin dan tak tertarik untuk menjalankan usaha ini. Usaha bengkel Andong tersebut sudah dimulai oleh sang ayah sekitar tahun 1965. Sebelumnya bengkel Andong ini tak berada di Gesikan, Sleman, tapi berada di daerah Bantul.

photo_2018-03-06_06-19-29

            “Dulu saya sama sekali nggak tertarik dengan usaha Andong ini. Saya malah memiliki pekerjaan lain waktu itu. Tapi waktu itu bapak sedang sakit, sementara ada satu pesanan Andong yang harus segera diselesaikan. Akhirnya saya mau tak mau melanjutkan pekerjaan bapak” jelasnya.

photo_2018-03-06_06-18-51

            Momen itulah yang mungkin menjadi “Cinta pada pandangan kesekian” pak Widi dengan Andong. Setelah memperbaiki Andong tersebut ia akhirnya mulai menyukai dunia yang sampai sekarang ia geluti dan membuatnya belajar banyak tentang dunia per-Andong-an. Ia mengatakan bahwa setiap Andong itu harus dibuat dengan kayu jati. Selain itu juga dibutuhkan lempengan-lempengan besi untuk membangun Andong. Semuanya dikerjakan dengan tangan dan dengan peralatan yang bisa dibilang masih cukup tradisional.

Baca Berita Lainnya:  Memacu Adrenalin di Umbul Sidomukti Ungaran

            “Itu yang bikin mahal mas, karena semua dikerjakan dengan tangan, bukan pakai mesin” jelasnya sambil menunjukkan pegawainya yang sedang menempa besi untuk dipasangkan disalah satu Andong tersebut.

            Pak Widi menjelaskan bahwa dalam satu tahun ia bisa menggarap lebih dari 4 Andong dengan kisaran harga masing-masing Andong bervariasi, mulai dari 50-80 juta, hingga ratusan juta rupiah. Ia pun mengatakan bahwa ia sudah membuat banyak andong dari banyak pemesan. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, Tapanuli, hingga Malaysia. Tak hanya itu, semenjak ia berinisiatif membuat sebuah blog untuk memasarkan bisnisnya, ia pernah dihubungi oleh sutradara kenamaan Indonesia, Hanung Bramantyo untuk membuat beberapa kereta andong.

photo_2018-03-06_06-19-34

            “Iya bener mas, dulu dikontak langsung secara personal sama mas Hanung. Dia minta dibuatkan beberapa Andong untuk film Kartini, tapi diberikan waktu hanya 6 bulanan untuk menyelesaikan semuanya. Tapi untungnya bisa selesai” terang pak Widi sambil mengawasi pegawainya yang sedang memperbaiki salah satu Andong.

Baca Berita Lainnya:  Memacu Adrenalin Di Perkebunan Teh Nglinggo

            Pak Widi kemudian mengatakan bahwa setiap bengkel Andong selalu memiliki ciri khasnya masing-masing.

“Jadi setiap orang yang sudah biasa bergelut dengan Andong, maka ia akan tahu Andong ini buatan siapa” kata pak Widi.

photo_2018-03-06_06-19-04

            Pak Widi pun saat ini sedikit menyayangkan karena posisi Andong rasanya sedang dalam keadaan kritis. Pasalnya Andong yang biasanya akan mangkal di sekitaran jalan Malioboro akan dipindahkan dan disediakan tempat khusus. Beliau merasa sedikit takut hal tersebut justru membuat peminat Andong berkurang, kemudian berefek pada supir Andong yang memilih pekerjaan lain untuk hidup dan akhirnya membuat pak Widi kehilangan banyak pelanggannya dan kemungkinan terburuk, usahanya akan gulung tikar.

 

No Comments

Leave a Reply