Pantai Timang, Si Wahana “Mematikan”

Pantai Timang, Si Wahana “Mematikan”

ulatgogok
no comments. 32

Selama hubungan pacaran mereka yang baru berusia 6 bulan, hari ini adalah hari kiamat untuk Maria. Bukan karena wanita lain dan masalah lainnya. Maria telah berencana akan bunuh diri dengan menenggelamkan diri di pantai Timang Yogyakarta, pantai indah yang akan mengantarkan kematian yang indah. Entah penyakit apa yang ada didalam otak Maria. Dia tak sanggup hidup malu dengan anak yang ia kandungi dan anak ini tak sanggup untuk dia gugurkan. Lebih baik Maria bunuh diri. daripada malu untuk menikah setelah akhirnya hamil terlebih dahulu. Maria yang bodoh, Maria yang malang. Maria mengajakku untuk mengantarkan dirinya ke Pantai Timang. Segala nasehatku dimuntahkannya habis-habisan, seolah hidup seperti tak ada lagi harapan. Maria gila, Maria yang malang. Maka hari ini aku menolongnya, anggaplah saja aku juga akan terlibat membunuhnya pada upacara kematiannya. Anggaplah saja aku sudah gila karena mengabulkan permintaan yang gila dari Maria.

Maria, namanya tidak sesuci nama Maryam seorang perawan yang hamil karena kehendak Tuhan. Maria ini temanku yang akan mengakhiri hidup nya hari ini. Hanya berbekal motor mio hijau beserta google maps dan ponsel yang batrenya hanya tersisa 54%. Perjalanan dari Sleman kutempuh berdua dengan maria menuju pantai Timang. Kukira aku dan maria akan berakhir dijalan karena sebuah kecelakaan. Namun Tuhan menyelamatkan kami berdua, setelah melewati jalanan yang sepi selama lebih kurang 5 jam diatas motor dengan skill mengendaraku yang jauh dari standar sampai lah kami berdua di Pantai Timang. Pantai timang indah yang seharusnya sebagai wahana piknik sekarang akan menjadi wahana kematian. Dari jauh bisa kucium aroma kematian pada deburan ombak yang keras menghantam jembatan tali yang menghubungkan dataran bebatuan sebrang dengan bibir pantai Timang. Dalam hatiku cukup besar juga nyali Maria untuk meninggal disini. Sementara para wisatawan yang datang juga takut untuk menyebrang melewati jembatan tali itu. Jembatan itu memang benar-benar menghubungkan dua arus gelombang. Tak jarang orang-orang yang melewati jembatan itu juga basah karena gelombangnya terlalu deras dan tinggi sekali.

pantai-timang

sumber foto : bakpiamutiarajogja.com

“ayo Mar…tunggu apa lagi…” kataku

“sabar Ti..aku lihat kondisi dulu…”

“kenapa harus lihat kondisi?”

“pantai ini bagus…tempat pertama kali aku berjumpa dengan Yoga. Setiap kali aku melihat pantai ini setiap kali juga aku mengenang betapa bahagianya aku memiliki Yoga… Hari ini hari terakhirku juga dipantai ini… aku tak sanggup menimang masa depan yang suram…”

“yaelah mar…banyak juga kok yang hamil diluar nikah tapi mereka tetap survive…udahlah kalau kamu nggak jadi bunuh diri kita piknik aja disini. Urusan nikah kan bisa dibicarakan dengan keluargamu dan keluarga Yoga!” aku yakin nasehatku kali ini pasti akan dimuntahkan kembali setelah didengarnya.

Aku mulai malas berdrama dengan Maria yang labil dan cengeng. Kalau Maria itu jadi bunuh diri maka aku orang pertama yang akan bertepuk tangan karena Maria adalah orang yang penakut sejak pertama kali aku mengenalnya.

“udah kamu latihan dulu lewatin jembatan ini sampai pulau batu sana… nah kalau udah berani…boleh lah elu bunuh diri…”

Cek Kabar: The Great Temple Of Borobudur

“ kok kamu psikopat banget sih!”

“sok tau kamu Mar! aku nasehati dengan kalimat drama mewek mewek sekalian juga nggak akan kamu dengerin, mending aku suruh aja kamu cepet mati sekalian. Kelar udah tugasku. Capek nasehatin kamu…” kataku

“buruan sana latihan nyebrang dulu nih aku fotoin…”

Maria dengan langkah agak takut mencoba menginjak jembatan itu. Belum sampai ke pertengahan jembatan tali aku melihat aneh dicelana maria

“Mar!” teriakku

“apa?”

“elu mens?” tanyaku

“mens?”

“coba lihat celana mu…”

Maria pun melirik celana nya dan memastikan itu darah mens yang keluar dengan menyelipkan jari di bokongnya lalu Maria mencium jarinya.

“astaga! Astaga! Ahahaha…gue mens Ti…gue mens!!!!”

“hahaha, yaudah lanjutin latihannya dulu sana…nyooohh sampe keujung sana! Buruan…!!!”

“nggak! Gue nggak jadi bunuh diri…horeeee…” maria kegirangan

Maria lalu berlari menuju diriku, seketika itu pula debur ombak keras mengenai Maria diatas jembatan, Maria ketakutan, seluruh badannya basah karena ombak tersebut dan ia tertawa geli.

“ternyata gue takut mati…hahaha…gue nggak sanggup juga latihan kayak gini…”

Maria yang malang, Maria yang bodoh. Untung aku masih berbekal softex di jok motorku. Maria memakai softex nya dan kami pun berpiknik ria di pantai ini. Tidak ada upacara kematian, tidak ada bunuh diri, tidak ada lagi drama. Seketika haru berubah menjadi lucu. Pantai Timang pantai menyeramkan. Benar-benar Pantai yang lucu seperti bentuk jembatan talinya. Lucu.

1489730882757

sumber foto : gunungkidulku.com

No Comments

Leave a Reply