Paimin, Sang Penjual Mainan Tradisional yang Anaknya Sarjana

Paimin, Sang Penjual Mainan Tradisional yang Anaknya Sarjana

Indonesia Jernih
no comments. 385

Mainan tradisional saat ini pasti sudah hampir tidak ada lagi yang menggemari. Anak-anak kecil sekarang lebih senang bermain dengan gadget dari pada bermain gasing, atau permainan tradisional lainnya. Hal itu membuat banyak penjual mainan tradisional yang dulu ada di sekitaran jalan Malioboro jumlahnya mulai menyusut. Meskipun begitu, masih ada beberapa orang yang masih setia berjualan mainan tradisional. Salah satunya adalah Paimin, seorang pria berusia 55 tahun yang sudah berjualan mainan “othok-othok” sejak enam tahun yang lalu.

            Lelaki yang tinggal sangat jauh dari Malioboro ini, tepatnya di Dlinggo, memilih untuk tidak pulang beberapa hari ketika sedang berjualan dan tidur di Masjid. Dilansir dari tribun Jogja, Paimin mengaku hanya pulang 4 hari sekali untuk menghemat biaya transport.

Source: Google.co.id

Source: Google.co.id

Penjual mainan yang satu ini memproduksi semua mainannya sendiri. Paimin mengaku bahwa ia membuat banyak kerajinan dari bambu dimana bahannya ditanamnya sendiri. Tapi jika ia kehabisan stok, maka ia juga membeli bambu sebagai bahan mainan yang ia buat. Ia tak hanya berjualan di Malioboro saja. Ia bahkan sampai ke daerah Giwangan dan biasanya menempuh perjalanan dari satu tempat ke tempat lain dengan jalan kaki.

Baca Berita Lainnya:  Pesisir Berpasir Lembut Itu Bernama Pantai Nguyahan

Meskipun hanya berjualan mainan tradisional secara berkeliling, ia tetap menomor satukan pendidikan anaknya. Ia mengaku bangga anaknya bisa menempuh pendidikan sampai jenjang S1 di salah satu kampus swasta di Jogjakarta. Ia juga bangga karena anaknya begitu pengertian terhadap kondisinya. Anaknya yang saat ini berkuliah di salah satu kampus swasta di Jogja membiayai semua hidup dan sekolahnya sendiri. Selain anak pertamanya yang kuliah, anak keduanya masih duduk di sekolah dasar. Paimin mengatakan ia hanya membantu sedikit-sedikit saja soal kehidupan dan pendidikan anak pertamanya.

Source: Google.co.id

Source: Google.co.id

Dalam setiap berjualan ia mengatakan bahwa keuntungannya tak menentu. Meskipun begitu dirinya mengaku bahwa keuntungan tersebut selama ini cukup untuk hidupnya dan keluarganya.

Baca Berita Lainnya:  7 Destinasi Wisata Populer di Solo

            “Alhamdulillah, cukup, setiap hari kadang laku 10 biji, atau kurang, nggak tentu”  ujar Paimin.

            Paimin tak hanya menjual othok-othok saja, ia juga menjual gasing bambu yang bisa berbunyi, angklung, dan juga kluntungan. Satu buah othok-othok dihargai 10 ribu, sementara angklung dijual dengan harga 50 ribu dan kluntungan 40 ribu.

Source: Google.co.id

Source: Google.co.id

            Selain sebagai penjual mainan tradisional, Paimin juga mengaku nyambi ternak di rumahnya.

            Paimin tak mengeluh dengan kehidupan yang ia jalani sekarang. Ia tetap mensyukuri hidupnya dan berusaha menjalaninya sebaik mungkin. Ia beruntung memiliki istri yang pengertian dan anak yang pintar dan pengertian.

No Comments

Leave a Reply