Monumen Jendral Soedirman di Pacitan yang Terlupakan?

Monumen Jendral Soedirman di Pacitan yang Terlupakan?

woi.id
no comments. 1281

Sanggup mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan negara Republik Indonesia, yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, sampai titik darah penghabisan”. Jendral Soedirman, Jogjakarta, 25 Mei 1946.

 

Kira-kira itulah salah satu kata motivasi yang pernah diucapkan oleh putra terbaik bangsa yakni Jendral Soedirman. Jika bicara soal Jendral Soedirman, jasa yang ia berikan pada bangsa ini tak terbalas. Hingga kini namanya pun tetap terpatri dalam ingatan setiap warga negara Indonesia. Nah, beberapa dari mereka kemudian memutuskan untuk membuat sebuah monument yang mengingat jasa dan keberanian Jendral Soedirman. Di Indonesia ada 6 kota yang terdapar patung Jendral Soedirman. Mulai dari Jakarta, Alor, Purwokerto, Surabaya, Jogja, dan Pacitan. Pada artikel kali ini kita akan sedikit membahas tentang monument Jendral Soedirman yang berada di Pacitan dan menguak sedikit riwayat kehidupan sang Jendral yang gagah berani tersebut.

Jendral Soedirman

Sumber: Google

Monumen Jendral Soedirman yang berada di Pacitan ini terletak di dusun Sobo, desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, kabupaten Pacitan. Monumen yang berada pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut ini memiliki luas area sekitar 97.831 meter persegi. Patung yang berada di area Monumen Jendral Soedirman ini memiliki tinggi 8 meter dan nampak gagah menatap kota Pacitan. Nah, jika kamu berkunjung kesana, kamu tak hanya melihat kegagahan patung sang Jendral yang meninggal karena tuberkolosis ini tapi juga bisa mengunjungi rumah kayu dan bambu yang sempat menjadi tempat sang Jendral singgah selama 107 hari dalam misi perang gerilya untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Baca Berita Lainnya:  30 Angkringan Paling Hits di Jogja

Selain itu di area monument yang sempat dilelang pada tahun 2010 ini juga ada lapangan, ruang audio visual, perpustakaan, pasar seni dan tentunya cafetaria yang bisa kamu kunjungi ketika kamu berkunjung kesana. Selain fasilitas-fasilitas tersebut, sesuai dengan niat awal didirikannya monument ini oleh Roto Suwarno, yakni untuk mengingat jasa-jasa sang Jendral Besar ini, ada sekitar 8 gerbang dengan tulisan kata-kata motivasi dari sang Jendral. For Your Information, tempat ini sendiri dibangun pada tahun 1982 oleh prakarsa Roto Suwarno yang konon katanya sempat ikut berjuang bersama sang Jendral untuk mengusir penjajah dari tanah pertiwi ini.

Nah, jika bicara soal destinasi wisata sejarah seperti ini, paling enak kita membahas sedikit soal riwayat hidup dari sang Jendral. Dilahirkan pada tanggal 24 Januari 1916 di Purbalingga, Soedirman kecil sempat tinggal bersama pamannya yang seorang Camat di daerah Cilacap. Ia dibesarkan oleh sang paman dan menjadi salah satu anak dengan kecerdasan yang tinggi. Soedirman kecil lalu beranjak dewasa dan pada tahun 1936 mulai bekerja sebagai seorang guru di sekolah Muhammadiyah. Selanjutnya pada tahun 1937 Soedirman ditunjuk menjadi pimpinan Kelompok Pemuda Muhammadiyah. Di tahun-tahun berikutnya Soedirman yang memang sedari kecil sudah dididik untuk tahu bahwa penjajahan itu harus disingkirkan dari muka bumi pertiwi bergabung dengan PETA yang disponsori oleh pihak Jepang. Tepatnya pada tahun 1944 Soedirman bergabung dengan PETA dan menjabat sebagai Komandan Batalyon Banyumas.

Baca Berita Lainnya:  Pesisir Berpasir Lembut Itu Bernama Pantai Nguyahan

Tahun berikutnya Soedirman dan beberapa rekannya memberontak pada pihak Jepang sehingga ia dan kawan-kawannya kemudian diasingkan di Bogor. Kemudian setelah tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno Hatta berhasil memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, Soedirman berhasil keluar dari pengasingannya. Pada tanggal 12 November 1945 ia pun diangkat oleh Presiden Soekarna menjadi pemimpin TKR atau Tentara Keamanan Rakyat yang merupakan cikal bakal terbentuknya TNI. Lalu pada tanggal 19 Desember 1948 Soedirman bersama sekelompok kecil pasukannya memulai gerilya karena agresi militer yang dilakukan oleh pihak penjajah. Agresi yang dilakukan selama 7 bulan lamanya itu kemudian berhasil mengusir penjajah dari tanah Indonesia.

Setelah itu pada tanggal 27 Desember 1949 ia akhirnya diangkat menjadi panglima besar TNI oleh bung Karno melalui pemilihan.  Penyakit yang menggerogoti tubuhnya akhirnya membuat Sang Jendral Besar menyerah dan menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 29 Januari 1950 tepat di usia 34 tahun 5 hari. Sejak saat itulah Jendral Soedirman selalu diingat sebagai pahlawan dan mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun 1964.

Jendral Soedirman

Sumber : Google

Monumen yang didirikan oleh Roto Suwarno ini berusaha membuat setiap pengunjung yang datang untuk selalu mengingat jasa-jasa pahlawannya. Meskipun begitu, monument yang dulu direnovasi oleh presiden SBY dan diresmikan pada tahun 2009 kini terbengkalai. Monumen itu seakan dilupakan. Padahal tempat ini adalah saksi bisa perjuangan seorang putra bangsa mempertahankan harga diri bangsanya dari keangkuhan penjajahan. Jika kamu datang ke Pacitan, sempatkanlah mampir ke monument ini dan mengingat perjuangan Jendral Soedirman yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan kemerdekaan meski sakit terus menggerogoti. So, sesekali wisata di tempat yang mendidik juga oke kan? Happy Traveling Guys!

Baca Berita Lainnya:  Parangtritis Sebagai Surga Para Aeromodeling

No Comments

Leave a Reply