Mbah Satinem, Penjual Lupis Legendaris Langganan Presiden Soeharto

Mbah Satinem, Penjual Lupis Legendaris Langganan Presiden Soeharto

Indonesia Jernih
no comments. 298

Yogyakarta adalah daerah yang memiliki banyak sekali kuliner yang bermacam-macam. Mulai dari kuliner yang sudah dikenal seantero dunia seperti Gudeg, sampai kuliner pasar sederhana yang lezat. Salah satu yang biasanya banyak dicari oleh para wisatawan masyarakat Yogyakarta adalah jajanan pasar. Yogyakarta memiliki salah satu legenda penjual jajanan pasar yang namanya sudah terkenal seantero Yogyakarta. Tapi untuk menikmati jajanan pasar yang satu ini kamu harus mengantri dari pagi. Mbah Satinem namanya! Seorang nenek berusia 75 tahun yang berjualan jajanan pasar seperti Lupis, Cenil, Gatot, Tiwul, dan jajanan pasar lainnya.

photo_2018-04-24_06-30-42

Bagi sebagian orang mendengar nama Mbah Satinem pasti sudah tak asing lagi. Perempuan ini merupakan penjual jajan pasar yang berada di pertiggan jalan Bumijo dan berdekatan dengan Hotel Pesonna Tugu. Biasanya ia berjualan ditemani oleh sang Putri yang bernama Mukinem yang berusia 45 tahun.

Baca Berita Lainnya:  7 Wisata Jogja Yang Layak Kamu Kunjungi

Mbah Satinem biasanya mulai berjualan sekitar jam 6 pagi. Jangan kaget kalau kamu kesana jam 6 pagi dan sudah ada banyak orang yang mengantre. Hal ini membuktikan bahwa memang jajanan milik simbah sangat digemari oleh banyak orang. Tak perlu menunggu terlalu lama, dagangan milik Mbah Satinem pasti ludes terjual.

photo_2018-04-24_06-32-53

“Biasanya tutup kalau sudah habis. Kadang jam setengah 8 atau jam 8 udah tutup. Banyak yang kecele, pas datang udah habis” kata Mbah Satinem sambil melayani pembeli yang mengantre.

Mbah Satinem ini sudah berjualan sejak tahun 1963. Ia membuat sendiri semua jajan pasar yang dijualnya. Katanya, ia mendapatkan resep tersebut dari sang ibu karena dari kecil suka membantu ibunya berjualan jajan pasar.

“Dulu tahun 63 sudah jualan dengan jalan kaki. Biasanya berangkat jam 4 pagi, terus dagangan saya gendong. Biasanya baru pulang itu sore hari” kenang perempuan tua itu.

Baca Berita Lainnya:  Mahakarya Syailendra, Borobudur yang Megah

photo_2018-04-24_06-32-58

Setelah bertahun-tahun berjualan berkeliling, simbah memutuskan untuk menetap dan berjualan di lokasinya saat ini.

“Jualan disini dari tahun 80an mas” katanya menjelaskan.

Perempuan tangguh satu ini mengatakan bahwa ia biasanya memulai proses pembuatan jajanan pasarnya itu jam 12 malam dan selesai jam 4 pagi. Setelah itujam 5 pagi ia akan mulai berangkat berdagang. Simbah menjelaskan bahwa semua proses memasak jajanan pasar ini masih menggunakan kompor kayu dan tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali.

photo_2018-04-24_06-33-10

Mbah Satinem berjualan hampir setiap hari kecuali bulan Ramadhan. Ia mengatakan bahwa khusus bulan Ramadhan ia akan fokus untuk beribadah dan tidak berjualan selama sebulan penuh.

Satu hal yang menarik dari Mbah Satinem adalah bahwa jajanan yang ia jual ini menjadi salah satu kuliner favorit The Smilling General, Bapak Suharto. Ia mengatakan bahwa Pak Harto sering memesan Gatot dan Tiwul buatannya.

Baca Berita Lainnya:  7 Oleh-oleh Khas Jogja (Nomor 5 Bikin Ngilerr Bro!!)

Kalau kamu berminat untuk menjajal jajanan pasar buatan simbah, baiknya datang pagi-pagi ke daerah sekitar pertigaan Jalan. Diponegoro. Kalau masih bingung, kamu bisa cek di google map dan akan muncul nama Lupis Mbah Satinem. Kamu tak perlu menyiapkan banyak uang, cukup 5 ribu rupiah untuk satu porsi Lupis. Tapi ingat, sepertinya sayang jika mengantri sangat lama dan hanya membeli satu porsi kuliner legendaris dari pembuat legendaris ini. Untuk mengantri di tempat ini kamu harus mengambil nomor antrian. Jadi, selamat menikmati hidangan lezat yang melegenda.

No Comments

Leave a Reply