Mbah Pujo dan Gudeg Lezatnya

Mbah Pujo dan Gudeg Lezatnya

Indonesia Jernih
no comments. 264

Di sebuah pagi yang cerah dalam perjalananku menuju tempat beraktifitas, kubelokkan kendaraan melewati jalan Selokan Mataram di kawasan Seturan Depok Sleman. Kawasan yang berkembang pesat dalam lingkungan padat tempat mahasiswa mengenyam pendidikan.

Banyak bangunan berdiri dari hotel, apartemen, restoran, café, distro sampai tempat hiburan maupun coffee shop untuk sekedar nongkrong menghabiskan malam.

Tujuanku lewat kawasan Seturan tak lain dan tidak bukan untuk mencari sarapan dengan harga mahasiswa karena dompet udah tipis, maklum sudah tanggal tua.
Sebuah kerumunan kecil di pinggir jalan mencuri perhatianku dan memaksaku berputar arah ke tempat itu.

Ya….
Sebuah kerumunan kecil mengitari penjual makanan khas Jogja dalam lapak sederhananya.
Tampak seorang nenek tua mengusap daun pisang dengan tangan keriputnya sambil menanyakan dengan ramah kepada setiap pembeli menu yang diinginkan dalam logat khas jawanya.

Baca Berita Lainnya:  Keseruan Tanpa Batas di Jogja Bay Water Park

photo_2018-03-27_10-44-46

Beliau adalah Mbah Pujo, seorang wanita tua yang berumur 76 tahun yang masih terlihat semangat, sehat, bugar dan sangat bertolak belakang dengan usianya.
Berdasarkan keterangan yang kudapat darinya, beliau tinggal di Kampung Prayan bersama anak-anaknya yang sudah dewasa tanpa sang suami yang sudah tiada.

photo_2018-03-27_10-44-50

Mbah Pujo bercerita bahwa ia sudah menjual Gudeg sejak berusia 30 tahun. Itu artinya Mbah Pujo sudah berjualan kurang lebih selama 46 tahun!

Kunikmati Gudeg yang sudah berpindah ke tanganku sambil terus mendengarkan cerita Mbah Pujo sambil terus membagi konsentrasinya melayani banyak pembeli.

“Ya karena jualan gudeg ini untuk cari rejeki aja mas, buat penghidupan” katanya.

Baca Berita Lainnya:  Bekas Hutan yang Jadi Berkah Ribuan Orang, Beringharjo

Mbah Pujo kemudian menjelaskan bahwa sebelum ia berjualan di Selokan Mataram, ia berjualan di daerah Mrican dan memiliki banyak sekali pelanggan setia.

photo_2018-03-27_10-44-35

“Semuanya dimasak sendiri, kalau nggak habis ya nanti dibawa pulang” lanjutnya ketika ditanya siapa yang memasak dan bagaimana kalau dagangannya tak habis.

Satu hal yang keren dari simbah yang satu ini adalah dengan usia beliau sekarang, ia masih memiliki ingatan yang kuat terlihat bagaimana beliau berkomunikasi menceritakan dengan fasih sejarah perjalanan jualannya dan bisa mengingat semua pesanan pelanggan setianya.

photo_2018-03-27_10-44-19

Bagi kalian yang mau merasakan lezatnya gudeg Mbah Pujo bisa datang ke jalan Selokan Mataram tepatnya barat komplek ruko Puren Pring Wulung. Buka mulai jam 6 pagi dan biasanya sebelum jam 11 mbah Pujo sudah tutup. Mbah Pujo tak hanya menjual Gudeg dengan nasi saja, kamu bisa memilih, ingin sarapan dengan nasi, atau sarapan gudeg dengan bubur. Harganya hemat di kantong sekitar Rp.7.000 – Rp. 20.000 tergantung lauk apa yang kamu pilih.

Baca Berita Lainnya:  Tips Memilih Hotel yang Ramah Anak

Pagi yang menjadi pembelajaran bagiku, dari Mbah Pujo yang tetap semangat mencari rizky meskipun usianya sudah tidak muda lagi.

Laris terus mbah!

No Comments

Leave a Reply