Mbah Paiyem dan Wedang Ronde Legendarisnya

Mbah Paiyem dan Wedang Ronde Legendarisnya

Indonesia Jernih
no comments. 297

Malam itu nampak beberapa orang sedang duduk di depan sebuah toko optik di dekat sebuah gerobak Wedang Ronde. Seorang nenek tua dan cucunya kelihatan sedang melayani beberapa orang yang sedang duduk di depan toko optik tersebut. Malam yang dingin itu rasanya enak untuk sekedar duduk dan mencicipi Wedang Ronde khas Jogja yang dibuat oleh salah satu legenda Wedang Ronde Jogja yakni Mbah Paiyem.

Mungkin sebagian dari kalian pecinta Wedang Ronde sudah tak asing dengan nama yang satu ini. Mbah Paiyem merupakan salah satu penjual Ronde legendaris yang ada di Jogja. Dengan tubuh yang sudah sangat renta, dengan usia yang lebih dari 95 tahun, beliau sangat berpengalaman dalam membuat Wedang Ronde.

Baca Berita Lainnya:  'Harga' Benteng Vredeburg Lebih Murah Dari Harga Parkirnya

photo_2018-04-03_06-51-17

Kala itu, dengan lalu lalang motor yang sedikit mengganggu pembicaraan singkat kami, Mbah Paiyem menanyakan apa yang ingin kupesan. Tak disangka, beliau masih memiliki pendengaran yang cukup bagus, meski tubuhnya sudah sangat renta. Dengan dibantu sang cucu yang masih duduk di kelas 4 SD, beliau menyiapkan Wedang Ronde untuk para pelanggannya yang cukup ramai malam itu.

Setelah menyiapkan beberapa Wedang Ronde pada para pelanggannya, Mbah Paiyem lantas duduk tepat di sebelahku. Ia nampak sedikit agak ngantuk, entahlah, mungkin karena memang sudah terlalu tua. Tapi ketika ditanya, nenek yang sudah berjualan Wedang Ronde dari tahun 1965 sampai sekarang ini hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Baca Berita Lainnya:  Pesona Tersembunyi Semarang

photo_2018-04-03_06-51-12

Bukan tanpa alasan Mbah Paiyem menjadi salah satu legenda per-wedang ronde-an di Jogja. Pasalnya ia pernah membuatkan secara khusus Wedang Ronde untuk sang Smilling General, Bapak Soeharto. Ia bercerita bahwa ia sempat tak percaya kalau ia disuruh membuatkan Wedang Ronde untuk orang nomor 1 di Indonesia kala itu.

“Ya nggak percaya, Mosok disuruh buatkan untuk pak Presiden. Tapi nyatanya ya bener” ucap Mbah Paiyem lirih dalam bahasa Jawa Alus.

photo_2018-04-03_06-51-08

Perempuan yang bernama lengkap Paiyem Karsowiyono ini sudah 3 kali pindah tempat. Awalnya ia berjualan di Ngampilan, lalu berpindah ke Ngasem, sebelum akhirnya kini berjualan di Jln. Kauman tepat di depan toko Optik.

Baca Berita Lainnya:  Blue Lake, Telaga Biru Semin Yang Bikin Kamu Takjub

Mbah Paiyem hanya menjual Wedang Rondenya dengan harga Rp. 5.000,- saja. Tak seperti kebanyakan Wedang Ronde lain, cita rasa Wedang Ronde milik Mbah Paiyem ini khas. Rasa Jahe yang dihasilkan tidak terlalu kuat, tapi tetap memiliki efek hangat di badan, lalu kacang gorengnya juga tidak terlalu gosong, sehingga tidak ada rasa pahit ketika menikmati Wedang Ronde tersebut.

photo_2018-04-03_06-50-50

Dalam waktu sehari, ia bisa menjual lebih dari 200 porsi. Dalam berjualan, ia dibantu oleh sang Cucu yang masih duduk di kelas 4 SD. Ketika ditanya apakah nggak capek membantu Mbah Paiyem, dengan polos Ria, nama cucunya menjawab;

“Enggak” katanya sambil menggelengkan kepala malu-malu.

 

No Comments

Leave a Reply