Menengok Kebun Bunga Matahari Bantul yang Viral di Media Sosial

Menengok Kebun Bunga Matahari Bantul yang Viral di Media Sosial

TriPuspitasari
3 comments. 78

Sudah tahu tentang kebun bunga matahari Bantul? Yap, buat kamu yang rajin scrolling instagram pasti sering lihat postingan orang yang lagi selfi di hamparan tanaman bunga matahari.

 

Saya sendiri tahu kebun ini karena membaca berita yang di-share teman di facebook. Informasi dari detik.com menyebutkan ladang seluas 70X14meter yang ditumbuhi bunga matahari tersebut merupakan milik Etik Purwanti yang sebenarnya merupakan ladang cabe. Di pinggiran ladang ditanam bunga matahari dengan tujuan awalnya untuk melindungi tanaman cabe dari angin.

Lokasi kebun bunga matahari

Lokasi kebun bunga matahari

Setelah saya baca lebih lanjut, ternyata lokasinya nggak jauh dari rumah. Bahkan untuk mencapainya nggak perlu terjebak macet. Tinggal mengarahkan kendaraan menuju Jalan Samas, melewati TPR, melewati jembatan, lalu ke barat sedikit, sampai deh! Saya langsung menyiapkan uang 2000 untuk parkir dan 5000 untuk tiket masuk yang dimintai petugas. Yap, ladang ini kini seperti jadi objek wisata.

 

Lautan manusia

Saya mendatangi Kebun Bunga Matahari Bantul di Hari Sabtu pukul 7. Sepagi ini, ladang sudah lumayan ramai. Beberapa mobil dan motor sudah mulai memenuhi parkiran. Begitu masuk kebun sudah banyak orang yang sibuk dengan kameranya. Hemmm, kalau seramai ini sih bakal susah untuk mengambil gambar. Akhirnya kami pun berjalan memutarai sawah.

 

Berhubung di sisi utara ladang cukup sepi, saya dan Desi langsung ke sana. Terdapat gundukan kotoran hewan (kemungkinan untuk pupuk) dan bangunan yang rusak (karena apa saya juga nggak paham). Nggak perlu menunggu lama lagi, kami pun menyebrangi tali rafia dan masuk ke ladang.

Gundukan kotoran hewan

Gundukan kotoran hewan

Di sinilah kami bisa berfoto tanpa gangguan. Sama sekali nggak ada wisatawan yang mencapai sini, hanya saya, Desi, dan Pak tani yang sedang merumput. Cekrek sana cekrek sini. Lama juga di sini sampai kami puas. Beberapa wisatawan pun mulai mengikuti kami memasuki ladang. Eh nggak lama setelah itu terdengar peluit petugas pertanda kami telah memasuki lokasi larangan. Nggak masalah, toh kami sudah berfoto banyak. Haha.

Seneng kalo nemu lokasi sepi gini

Seneng kalo nemu lokasi sepi gini

Akhirnya, mau nggak mau kami pun harus menyatu dengan keramaian. Perasaan waktu kami ke sini belum seramai ini. Ya benar saja karena memang lagi hits, objek ini makin siang jadi makin ramai. Peran instagram dan media sosial lainnya memang nggak bisa disepelekan. Mungkin juga karena bunga mataharinya belum layu kali, ya? Jadi ketika masih bisa menghasilkan objek foto yang bagus, orang-orang pun berbondong-bondong ke sini.

 

Wisatawan yang ke sini bermacam-macam. Ada anak kuliahan, anak sekolah, dan sepasang suami istri beserta anak. Waktu saya lagi menahan tawa lihat ibuk-ibuk hits rempong banget saat foto, Desi tiba-tiba berkata, “Pus, ayo kita pergi sekarang sebelum diserang anak-anak TK itu!” Saya pun melihat ke arah jalan raya. Damn, ada rombongan anak TK lagi turun dari kereta mini. Gila, ya? Bahkan TK saja sampai piknik ke sini.

Rombongan TK dan SD

Rombongan TK dan SD

 

Jadilah wisatawan yang baik

Saya akui Kebun Bunga Matahari Bantul yang aslinya ladang cabe ini sungguh indah. Apalagi yang namanya kebun seperti ini di Indonesia sangat jarang. Sayangnya, nggak setiap sudut dari lading ini terbilang instagramable. Gundukan kotoran hewan dan bagungan yang porak poranda contohnya.

bangunan

Sebenarnya hal in bisa dijadikan pembelajaran untuk objek wisata lain yang kalau nanti mendadak viral. Beberapa hal harus dipersiapkan, termasuk pemeliharaannya. Dengan dibukanya ladang menjadi objek wisata telah memberikan beberapa efek. Saat ini yang terasa adalah beberapa tanaman cabe telah rusak dan dikhawatirkan gagal panen.

cabe

Sejak viral, orang terus berdatangan. Mereka mengambil gambar di beberapa spot dengan berbagai macam gaya, seolah ingin sempurna tampak di media sosial. Sayangnya, secara nggak sadar mereka telah merusak objek wisata tersebut. Lebih disayangkan lagi, nggak semua orang memiliki niat untuk memelihara tempat ini. Pokoknya yang penting, hasil fotonya bagus, saja.

Cek Kabar: Soge Beach: Pacitan’s Paradise

Jadilah wisatawan yang baik. Apa pun itu objek wisatanya, datangilah, berfotolah yang keren agar viral di media sosial yang akhirnya bisa mengangkat sektor pariwisata. Tapi yang nggak kalah penting adalah, jagalah objek wisata agar kondisinya selalu lestari.

 

Comments (3)

  • Wah..kl sekarang kira2 masih ga ya bunga mataharinya..yah, itulah resikonya. Kalau kita nemu tempat bagus terus dishare di medsos dan jadi viral..kadang malah bikin rusak objek wisatanya. Jd ingat kasus bunga lonceng atau apa itu namanya yg di gunung kidul itu..

  • Erni says:

    Ta ajakin aku lah kalo mau review tempat wisata

  • Gilang says:

    Weeh jadi ada batas-batasnya gitu ya. Ada lokasi larangannya. Kebun bunga mataharinya indah nih. Biaya masuk juga murah meriah. Semoga aja nggak berakhir kayak kebun bunga yang sebelumnya viral. Sayang tuh tanaman cabenya kalau sampai rusak. Semoga wisatawannya lebih tertib dan menjaga lingkungan. Nanti aku mau ke sini ah kalau ke Bantul hihihi

Leave a Reply