Kawah Sikidang Yang Mengobati Penyakit Kulit

Kawah Sikidang Yang Mengobati Penyakit Kulit

Uncle
no comments. 99

“Broooohhhmm .. Broohhhmm.. ” terdengar suara lantang si kuda besi butut yg kami tumpangi. Menuju Jl.Magelang Si kuda besi itu kami pacu untuk berlari lebih cepat, bahkan jarum speedometer itu sampai menunjukkan angka 180. Namun saat itu speedometer motor yg saya tumpangi sedang dalam keadaan rusak. Saat itu kami berencana melakukan perjalanan menuju dieng yg di mulai dari jogja.
Dalam gelap malam, perjalan yg kami tempuh berasa berkesan. Karna selalu ada kejadian yg tidak disangka sebelumnya.

DCIM100MEDIA

Saat itu baru menempuh setengah perjalanan, kami di hadang sosok perempuan berbadan pendek dan wajah gelap. Dengan suara lantang dia berteriak “mas.. berhenti” Sontak kami serombongan berhenti.
Saat aku menatap perlahan wajah ibu itu, aku terkejut dan tak berdaya. Ohhh bukan seperti yg kalian bayangkan itu, hanya saja ibu itu mirip orang tua mantanku.
Sesaat setelah sesak nafasku mulai reda aku mulai melontarkan beberap pertanyaan

“Ada yg bisa dibantu bu?”

” ehm, dek mau tanya ini apa udah masuk wilayah munthilan, Magelang?”

(Ngecek Google Maps)
“Oh iya buk, lahh ibuk mau kemana?”

“Saya mau ke rumah anak saya, katanya kalo sudah sampai di munthilan mau di jemput”

Saat percakapan itu terjadi perasaanku seperti teraduk-aduk dan gemetar. Entah kenapa seperti tak tega melihat seorang perempuan setengah tua itu sendirian di jalanan.

DCIM100MEDIA

           Berjalan dengan hati-hatinya, saya dan rombongan akhirnya sampai di kawasan wonosobo, sebelumnya kami sempat kesal karna maps yg kita gunakan sebagai penunjuk jalan, sempat membuat kita berputar-putar seperti obat nyamuk.
Tujuan utama kita waktu itu memang menuju

Cek Kabar: Karstubing Sedayu: The River Of Adventure

kawah sikidang, yg sebelumnya saya dan rekan-rekan mendaki ringan di bukit sikunir untuk sekedar melancarkan darah karna duduk selama 5 jam di atas motor.

Kebetulan hari itu keadaan sekitar lg tidak bersahabat. Kabut tebal menyelimuti kawasan dieng, jaket yg saya kenakan itu sudah lama menemaniku dari dinginnya kabut yg bakal menusuk kerongkongan. Setiba di kawah sikidang Kami hanya saling melempar tanya “Akan kemana kita pergi” Dikarnakan kabut masih menghalangi jarak pandang.
Tibalah di suatu saat dimana seorang ibu yg berdagang di sekitar kawah sikidang berteriak

“Beellerrraanng lee…”

Teriakan macan si ibu membuat kami semua melempar pandang kepadanya

“Ini belerang bubuk buat apa buk?”

“Buat penyakit kulit le! Seperti kurap, kudis, jamur, alergi, dan masih banyak lagi”

Seketika aku menengok ke seluruh tubuh. Yaa! kulihat benjolan bernanah itu menempel manja di bawah lutut

“Cara pakainya gimana buk? Belerang itu kan bahaya kalau di telan?”

“Yoo ngak ditelan le, jadi belerang di seduh lalu seduhannya di pakai untuk merendam bagian yg ingin di obati”

DCIM100MEDIA

Si ibu penjual belerang berkata bahwasanya warga sekitar dari dulu memang sudah mengunakan belerang sebagai pengobatan untuk berbagai penyakit kulit. Saya baru tau bahwa belerang yg baunya busuk seperti hati si mantan (ehhh) bisa bermanfaat juga untuk dunia pengobatan.
Sebenarnya saya sering menjumpai belerang, saat saya mendaki di beberapa gunung di indonesia. Tapi baru di kawah sikidang ada orang yg menjualnya dalam bentuk serbuk dengan harga yg relatif murah.

Semakin siang kabut yg tadinya menutupi kawasan sikidang, kini telah sirna. Sehingga kami semua bisa menikmati indahnya alam sekitar. Dan tiba-tiba pandanganku tercuri oleh bongkahan belerang yg berada tepat di sisi kawah yg panas itu. Terlintas bayangan bagaimana pembuatan serbuk belerang yg ku beli, pasti sangatlah repot

No Comments

Leave a Reply