Kalimantan Kecil di PSBDK XV 2017

Kalimantan Kecil di PSBDK XV 2017

ulatgogok
no comments. 48

Tidak ada yang tau betapa dia sangat merindukan kalimantan tempatnya tinggal tepatnya di kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah. nasib meletakkannya di Yogyakarta ini dengan perjuangan sendiri membayar SPP dan bekerja separuh nyawa membanting tulang berbekal kemauannya yang kuat. tidak pernah ia merasakan libur natal pulang ke kampung halaman bersama keluarga. lantaran tiket pesawat mahal, dia sendiri tak punya banyak teman karena kampus nya menuntutnya harus kuliah pulang kuliah pulang dan mengerjakan tugas seperti layaknya mahasiswa teknik mesin pada umumnya. padahal dia punya bakat seni yang hebat, dia bisa menyanyi dan memainkan sape. aku turut merasakan kehampaannya.

Yogyakarta, kota indah untuk para perantau akhirnya hanya menjadi persinggahannya yang hampa untuk dia, dia pemalu dan susah mengungkapkan apapun ke orang-orang yang belum dia percaya. tapi bersamaku dia menjadi percaya. dia bercerita tentang keindahan kalimantan, kesenian dan perilaku masyarakatnya. bagiku dia adalah pendongeng yang hebat. aku hampir tak kuasa mendengar ceritanya terkadang kutinggal tidur dan tau tau terbangun ternyata dia masih bercerita lagi.

untuk seukuran aku orang yang baru dia kenal dan dia percaya dia menceritakanku semua tentang silsilah keluarganya dengan semangat

“kau tau ndak orang-orang Kalimantan adalah manusia yang sangat berani. untuk diakui sebagai seorang laki-laki dewasa saja mereka harus berburu ke hutan dulu dan pulang dengan membawa hasil buruan seperti rusa, babi maupun harimau…”

kalimantan erat imajinasiku dengan hutan, selain karena aku membaca kalimantan adalah penghasil hutan terbesar di Indonesia, lewat tariannya yang selalu kutonton dalam sebuah acara-acara diiringi teriakan tiruan burung enggang, tarian tersebut menceritakan tentang kehidupan, kisah cinta dan perburuan. kostum kostum tradisi mereka juga terbuat dari pandan, kayu-kayuan kering, bulu-bulu burung yang tentu saja tidak terlepas dari alam.

IMG-20171117-WA0007

aku akhirnya membawa dia ke Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan atau PSBDK XV 2017 yang dilaksanakan di UGM tepatnya di Gedung PKKH pada tanggal 15 sampai 17 november 2017 kemarin.  demi mengobati rasa sepi yang terus menghantuinya, kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh pelajar dan mahasiswa se-kalimantan yang  bersekolah di Yogyakarta. aku menyayangkan betapa tertinggalnya dia, andai saja dia terlibat menjadi panitia tentu dia tak akan kesepian dan tenggelam di kosnya dengan tugas teori teknik mesin nya.

memasuki pintu gerbang, wajahnya seperti disulap oleh keindahan artistik. aku menyupir langkahnya menuju venue pertunjukan. ramai sekali orang-orang disini. wajah-wajah Kalimantan dapat kubaca pada akhirnya. mereka berkulit putih, ada juga yang kuning langsat, matanya sayu namun tajam, ada juga mata yang besar. mereka semua mewakili gen-gen yang tak pernah kuketahui. dia menggenggam tanganku sambil tersenyum.

Cek Kabar: Rawa Pening, The Hill of Love

“PelaksanaanPSBDK XV 2017 ini dengan tema Harmonisasi Budaya Dayak Melalui Kolektifitas Kearifan Lokal bekerja sama dengan sekretariat Bersama Pelajar dan Mahasiswa Kalimantan Barat atau PMKB JC Oerang Oeray dan pemerintah Daerah Kabupten Kapuas Hulu sebagai tuan rumah. tidak hanya sekedar memberi ruang untuk berteu kerabat, tetapi dengan adanya PSBDK XV 2017 mengingatkan kembali kepada kita bahwa kalimantan mempunyi Budaya yang patut untuk dilestarikan, mulai dari adat, musik,lagu, tarian, permainan rakyat, tattoo serta kulinernya…” ujar MC didepan, tak lama MC pun mengarahkan kami melihat lomba permainan rakyat dan betapa senangnya dia menikmati semuanya yang disajikan panitia. hingga dia pun memutuskan untuk membuat tattoo dipunggung disebuah stand yang menawarkan jasa tersebut.

IMG-20171117-WA0004

“ayo, kita harus buat tattoo yang sama, simbol persahabatan kita…” dia menunjuk dan menggerak-gerakkan jari kelingking dan jempol nya yang tampak seperti simbol menelpon. simbol itu dianamakan persahabatan. akhirnya aku menurutinya. kami mempunyai tato yang sama. dipunggung kami berdua.

IMG-20171117-WA0003

IMG-20171117-WA0009

aku senang melihat dia tertawa, seperti kemarau yang hilang digerus hujan. seharian dia berada di gedung PKKH UGM seperti orang yang baru saja berbuka puasa, dia memakan bubur pedas kuliner asli dari kalimantan, aku menghormatinya memakan babi didepanku, kuajak dia berkeliling stand PSBDK XV 2017 dalam hujan lebat itu, akhirnya dia menemukan stand dimana wilayahnya berasal yaitu kabupaten Lamandau. disitulah bakat mak comblangku muncul kukenalkan dia pada bubuhan asrama Lamandau, dari situlah dia ditawarkan untuk tinggal serta di dalam asrama Lamandau yang akan menaunginya.

IMG-20171117-WA0010

hingga malam penutupan, dia berterimakasih padaku, dalam tiga hari acara, dia merasa telah pulang ke kampung halamannya. Yogyakarta seakan berhasil disulap menjadi kampung kecil yang ia rindukan. PSBDK XV 2017 telah menjembataninya melunaskan rindu lewat tontonan  tari-tarian serta musik-musik yang didengarkan panitia setiap hari dan setiap jamnya, kepuasan yang tiada bandingannya adalah dia akhirnya bertemu teman-teman baru yang akhirnya satu asrama dengannya.

 

sumber foto : instagram @frischaraoni

 

No Comments

Leave a Reply