Jatuh Cinta Dengan Barongko

Jatuh Cinta Dengan Barongko

Rizky
no comments. 58

Ini adalah sebuah pengalaman kuliner yang mungkin tidak pernah bisa terlupakan olehku. Tepatnya saat lebaran yang lalu. Saat aku berkunjung ke Makassr ke tempat saudara. Aku tamu yang paling jauh langsung di sambut bak penyambutan tamu negara. Sungguh luar biasa memang keluargaku yang satu ini.

Tidak hanya mereka saja ternyata yang menyambutku tetapi, Barongko pun juga menyambut kedatanganku dan juga keluarga yang berasal dari jawa. Barongko adalah makanan khas dari daerah makassr. Mereka paham benar jika aku adalah penikmat makanan khas dan selalu mencari makanan khas setiap daerah yang aku kunjungi.

Semua keluargaku dari jawa menyambut makanan ini dengan suka gembira. Rasanya begitu lezat dan tidak ada duanya. Sungguh aku tidak bisa mengucapkan satu patah kata pun saat penganan ini dengan liar berlari-lari dimulutku. Pecah semua rasa yang tersimpan di dalam hati dan seketika kami semua merasakan jatuh cinta pada rasa pertama dengan makanan yang satu ini.

Sumber : ksmtour.com

Sumber : ksmtour.com

“Bagaimana rasanya?” tanya Dian, salah satu keponakan yang juga ikut membantu membuatnya.

“Enak sekali,’ kataku dan hanya itu saja yang bisa aku ungkapkan kepadanya.

Barongko adalah makanan khas Bugis-Makassar yang terbuat dari pisang yang dihaluskan dengan telur, santan, gula pasir dan garam kemudian dibungkus dengan daun pisang dan di kukus. Jika sudah matang lalu, dimasukkan ke dalam kulkas.

Barongko memili tekstur makanan yang lembut, berair, dan dengan aroma daun pisang yang berbeda dengan penganan yang lainnya. Penganan yang satu ini paling nikmat jika disajikan dingin. Semakin dingin penganan ini maka rasanya akan semakin luar biasa bagaikan surga dunia. Begitu pula dengan telur yang dipakai, semakin banyak telur penganan ini juga akan menghadirkan cita rasa yang menggoda lidah untuk kembali memakannya.

“Kalau di jawa ini namannya karang gesing,” kataku.

“Bedalah,” kata Dian.

“Sama-sama pisang dan dibungkus dengan daun pisang kan?”

“Rasanya kan lebih enak ini,”

“Sama aja,”

Asyik menikmati penganan yang satu ini, sesuatu terjadi dibelakang. Saat kedua bocah kecil berebut makan yang hanya tinggal satu. Mereka sama-sama menangis dan sama-sama saling pukul. Bahkan, mereka pun sama-sama tidak mau mengalah. Hingga perayaan ini pun sempat tertunda karena menenangkan kedua bocah ini.

Cek Kabar: Karstubing Sedayu: The River Of Adventure

Mereka berdua pun tidak mau menunggu untuk waktu yang cukup lama, karena tuan rumah sedang membuatnya kembali dan harus menunggu waktu yang cukup lama. Proses kukus yang memakan waktu hampir 30 menit belum lagi menunggu dingin untuk masuk kedalam kulkas, bisa jadi 2 jam lebih mereka harus menunggu.

Sumber : hellomakassr.com

Sumber : hellomakassr.com

Mereka pun masih menangis sehingga acara yang seharusnya sudah bisa dimulai harus di tunda sejenak. Memasak Barongko memang tidak boleh asal dan sembarangan. Karena bisa merusaj cita rasa dan kelezatan makanan itu sendiri. Mereka pun akhirnya dibawa keluar agar acara ini bisa segera dibuka.

“Heran, hanya karena penganan ini mereka berdua bisa nangis,” kataku yang msih geleng-geleng kepala,

“Berarti, masakan chef Dian terbukti enaknya kan?” kata Dian yang mencoba sedikit mensombiongkan diri.

Barongko biasanya dijadikan hidangan penutup bagi para raja bugis. Penganan ini seakan tidak pernah absen dalam acara-acara adat di Makassar seperti sunatan, pernikahan, syukuran dan acara adat yang lainnya. Penganan ini memang agak sulit dijumpai dipasaran karena memang tidak sembarang orang mampu membuatnya dengan cita rasa khas Makassar yang begitu menggoda dan membuatku jatuh cinta.

No Comments

Leave a Reply