Candi Gedong Songo, Menghidupkan yang Hampir Mati

Candi Gedong Songo, Menghidupkan yang Hampir Mati

TriPuspitasari
no comments. 43

Kondisi muda-mudi karang taruna di dusun saya, kalau disebut pasif ya enggak, aktif juga enggak. Dikatakan pasif karena memang jarang ada perkumpulan pemuda atau acara (selain peringatan HUT RI). Dikatakan aktif ya nggak aktif banget, tapi kalau ada acara piknik, tentu pemuda menjadi mendadak aktif! Hehe.

 

Setelah sekian tahun nggak mengadakan piknik, di akhir tahun 2016 kami berencana mengadakan piknik dengan tujuan Kota Semarang. Well, kami bisa piknik karena nabung rutin setiap bulan. So, buat kamu yang kampungnya ingin piknik, sebaiknya nabung rutin. Dijamin agenda piknik nggak cuma wacana. Selain itu mengumpulkan komitmen peserta sejak awal. Kan,semakin banyak, biaya transportasi makin murah.

 

Akhirnya hari yang ditunggu datang juga. Tapi sayangnya, bus dan liburan yang didapatkan nggak sesuai ekspektasi kami. Ac yang rusak membuat kami kepanasan sepanjang jalan. Bus ini sepertinya sudah berumur cukup tua. Pasalnya setiap melalui jalan bergeronjal rasanya onderdil bus copot satu per satu dan tertinggal di jalan (kalau inget, gokil banget sumpah). Saya makin yakin ini bus udah bener-bener butut karena mogok di tengah jalan sampai dua kali. Mana mogoknya lama, lagi! Akhirnya kami hanya tua di jalan dan piknik pun gagal. Haha.

 

Banyak muda-mudi yang berkeluhkesah karena kendala ini. Tapi kok kalau saya justru melihat dari sisi berbeda (eaaa sok banget yak). Kalau bukan karena piknik (yang meskipun gagal), kami juga nggak bisa kumpul. Ya, meskipun tinggal satu dusun, kami memiliki kesibukan berbeda jadi susah untuk kumpul. Toh ada ganti rugi berupa diberangkatkan piknik awal tahun 2017 tanpa perlu membayar lagi. Jadi kami bisa berkumpul lagi deh, hehe.

 

Di piknik kedua yang jatuh di awal tahun 2017, destinasi kami adalah Candi Gedong Songo dan Sam Poo Kong. Candi Gedong Songo terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Bus yang mengantar kami diparkirkan di bawah sehingga untuk mencapai Candi Songo, kami harus berjalan kaki. Sebenarnya ada opsi lain, yaitu menggunakan ojek yang banyak berseliweran di sana. Tapi saya dan teman-teman memutuskan untuk jalan kaki. Toh nggak rugi karena di sepanjang jalan tersaji pemandangan yang indah, kolam renang contohnya.

 

Nemu kolam kita

Nemu kolam kita

Akhirnya, jadi piknik juga kami. Well destinasi Candi Gedong Songo adalah destinasi yang tepat untuk muda-mudi seperti kami. Yap, lokasi candi berada di perbukitan. Ada sekitar sembilan candi yang lokasinya terpisah-pisah. Untuk mencapainya kami harus berjalan menanjak. Lumayan lah memfasilitasi mereka yang mau diet, hehe.

Akhirnya jadi piknik juga kita

Akhirnya jadi piknik juga kita

Jalan mengumpulkan sembilan candi merupakan sensasi sendiri. Kami melaluinya bersama, capek bersama, istirahat bersama, hubungan bertetangga pun makin akrab. Sembilan candi yang terpisah telah meyatukan kami, hehe.

Salah satu candi yang ditemukan dengan penuh perjuangan

Salah satu candi yang ditemukan dengan penuh perjuangan

Sayangnya, di sini kami terpisah antara kelompok laki-laki dengan perempuan. Saya sendiri berkumpul dan berkeliling dengan pemudi lain. Sedangkan pemuda, mungkin mereka sudah berjalan terlalu jauh dan kami nggak punya cukup energi untuk mengejarnya . Akhirnya kami pun terpisah, alias tertinggal.

Cek Kabar: Karstubing Sedayu: The River Of Adventure

Well, saya justru nggak begitu meng-explore candi-candi di Candi Gedong Songo. Kalau mau melihat candi, saya bisa puas melihatnya di Jogja. Tapi di sini pun saya tetap senang. Pasalnya pemandangan alamnya sangat bagus dan udaranya sejuk. Yap, saya justru lebih menyukai taman dan pemandangannya daripada candinya, hehe.

Pemandangan alamnya lebih bagus, hehe

Pemandangan alamnya lebih bagus, hehe

Piknik di Candi Gedong Songo cukup membuat lelah memang. Tapi saya dan pemuda-pemudi lainnya bahagia! Sebagai orang Jogja yang punya beberapa candi, berwisata ke candi, kesannya ya biasa-biasa saja. Yang bikin luar biasa ya, kebersamaan dengan muda-mudinya. Untung akhir tahun 2016 lalu busnya mogok ya, jadi kami bisa kumpul-kumpul dalam acara piknik dua kali, hehe.

Dear panitia piknik karang taruna dusun, matur nuwun nggih sudah memfasilitasi piknik kali ini ­čÖé

No Comments

Leave a Reply