Boleh kepo! Nama Jajanan Ini Kipo

Boleh kepo! Nama Jajanan Ini Kipo

Indonesia Jernih
no comments. 259

Pernah denger nama jajanan yang satu ini? Kipo namanya! Bukan Kepo ya, tapi Kipo. Jajanan khas Kotagede, Yogyakarta ini memang sangat amat jarang ditemui. Bahkan mungkin sebagian besar dari kalian nggak pernah mendengar nama ini. Tentu saja, karena tahukah kamu kalau jajanan ini pernah hampir punah dulu. Sekarang, jajanan ini sudah ada di ambang kepunahan lagi. Kita akan bahas lebih dalam soal Kipo ini, biar kamu tahu jajanan tradisional yang enak bisa tetap ada sampai kapanpun.

Kipo 1

Jika kamu orang Jogja asli, maka kamu akan tahu dimana itu Pasar Legi yang merupakan tempat lahirnya Kipo. Pasar Legi sekarang memang sudah jarang dikenal, bukan tidak ada, tapi berganti nama menjadi pasar Kotagede. Di tempat inilah Kipo lahir. Jajanan ini berasal dari masa Mataram Islam dan pada tahun 1980an jajanan ini hampir punah. Beruntung, seorang Paijem Djito Suhardjo menghidupkan kembali panganan ini dan memperkenalkannya ke masyarakat Jogja.

Baca Berita Lainnya:  Sosok RJ Katamsi Martorahardjo yang Fenomenal di Art Jog 2017

Kipo 3

Mbah Djito awalnya membuat jajanan ini untuk mengikuti sebuah lomba panganan tradisional. Ia mengandalkan Kipo sebagai “gaco” nya. Makanan yang terbuat dari tepung beras dan cara memasak yang sederhana membuat panganan ini mendapatkan prestasi sendiri. Sejak saat itu Djito mulai mengembangkan usaha kue tradisional yang satu ini. Ada cerita menarik kenapa kue ini disebut Kipo. Saat kue ini dipamerkan, banyak yang bertanya “Iki opo?”. Nah, dari pertanyaan yang kerap muncul itulah  kemudian kue tradisional ini diberi nama Kipo. Agak mirip dengan Kepo kan? Dan maksudnya juga sama, pengen tahu. Jadi, kalian boleh Kepo kok, kalau panganan yang satu ini namanya Kipo!

Baca Berita Lainnya:  Ayam Lodho, Kuliner Tradisional yang Menyehatkan

Kipo 4

Cara membuat kue ini cukup mudah, dengan bahan utama tepung beras yang dicampur dengan tepung ketan, kemudian bahan utama tersebut dicampur dengan parutan kelapa, daun suji, pewarna hijau alami, dan daun pandan. Adonan kue tersebut kemudian dicetak di piring tanah liat, lalu  dipanggang dengan menggunakan alas daun pisang. Setelah hampir matang baru dimasukkan parutan kelama dan gula jawa, kemudian dipanggang lagi hingga matang. Cara pembuatannya mirip Putu dan Klepon.

Kipo 5

Setelah 1980an lalu kue ini hampir punah dan berhasil diselamatkan mbah Djito, kali ini kue ini terancam punah lagi. Kipo menjadi salah satu dari banyak makanan khas Jogja yang sudah mulai sulit dicari dan tidak memiliki penggemar lagi. Tapi jika kamu penasaran rasa kue ini, kamu bisa mampir di toko Bu Djito yang berada di Jalan Mondorakan Nomor 27 Kotagede. Selain disana, jika kamu ke Jogja ketika bulan puasa, kamu bisa mendapatkannya di Pasar Ramadhan Jogokaryan. Rata-rata harga kue ini adalah Rp. 2000 dan kamu bisa mendapatkan 3 buah.

Baca Berita Lainnya:  Pantai Goa Cemara, Tempat Penyu Mempertaruhkan Generasinya

Sebelum kue ini benar-benar punah, sepertinya kalian wajib menjajal kue yang satu ini. Udah nggak Kepo kan? Ini Kipo namanya!

No Comments

Leave a Reply